Selasa, 26 Desember 2017

Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial

MENGANALISIS DATA DENGAN MENGGUNAKAN SPSS PADA RANCANGAN ACAK LENGKAP (RAL NON FAKTORIAL)



 A.           DEFENISI DAN SYARAT PENGGUNAAN
Rancangan Acak Lengkap (RAL) merupakan rancangan paling sederhana dari beberapa macam perancanngan yang baku.  Rancangan ini dipergunakan jika ingin mempelajari perngaruh beberapa perlakuan (t) dengan sejumlah ulangan (r) untuk menjadi satuan-satuan percobaan (rt). RAL dilakukan dengan mengalokasikan pengacakan t kepada rt satuan percobaan.
Unit-unit percobaan dalam RAL dapat berupa sampel ternak (ekor), cawan/tabung, area lahan dan lain-lain yang merupakan satuan unit-unit yang diberi batasan sehingga tidak mempengaruhi satu-sama dan dengan kondisi lingkungan yang relatif dapat dikendalikan.  Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya interaksi pengaruh dua perlakuan yang berdekatan terhadap unit percobaan.  Karena kondisi sampel dan lingkungan yang homogen, maka setiap perlakuan dan ulangan mempunyai peluang yang sama besar untuk menempati semua plot-plot percobaan sehingga pengacakan dilakukan secara lengkap.
Akurasi penggunaan RAL akan tercapai apabila: 1) bahan percobaan homogen atau relatif homogen; 2) kondisi lingkungan sama dan dapat dikendalikan; dan 3) jumlah perlakuan dibatasi. RAL lebih sering digunakan dalam percobaan di Laboratorium karena kondisi lingkungan dapat dikendalikan.

          B. MODEL MATEMATIS RAL
Dalam RAL, data percobaan didistribusikan melalui model persamaan sebagai berikut :
Yij  = µ + Ai  + єij
                                       i =  1, 2, 3,…………,a      j = 1,2,3...........,u
                Yijk     : Pengamatan Faktor Utama taraf  ke-i , Ulangan ke-j dan Faktor Tambahan  taraf ke-k
                µ          : Rataan Umum
                Ai        : Pengaruh Utama  pada taraf  ke-i  
є                ij        : Pengaruh Galat I pada Faktor Utama ke-i dan Ulangan ke-j 
є                ijk      : Pengaruh galat II  pada Faktor Utama taraf ke-i, Ulangan  ke-j dan faktor tambanan                             pada  taraf ke-k


UNTUK LEBIH JELASNYA PERHATIKAN CONTOH DI BAWAH INI
KITA AKAN MENGOLAH DATA DARI HASIL PENELITIAN DENGAN MENGGUNAKAN SPSS 16 DAN MICROSOFT EXCEL


Data ini merupakan hasil penelitian yang berjudul" PENDUGAAN PARAMETER GENETIK KARAKTER PERTUMBUHAN DAN KETAHANAN TERHADAP BUSUK BUAH KAKAO (Theobroma cacao L.) ASAL ACEH DI PEMBIBITAN"


Lampiran 17. Rerata panjang tangkai daun tanaman Kakao pada Masing-masing Genotipe Umur 60 HST (cm)















Menganalisi menggunakan Microsoft Excel

Langkah 1 : Jalankan Program Microsoft Excel

Langkah 2 : Masukkan data Lampiran 17 yang berasal dari Skripsi ke dalam Microsoft Excel
  



Langkah 3 : Menentukan Jumlah Perlakuan
Ketik =COUNTA(Blok Bagian Perlakuan) enter

                                  



Rumus teori
Rumus di Ms. Excel
Hasil
1.      Jumlah perlakuan


=COUNTA(B6:B15) ::
=COUNTA(B6:B15)

Hasilnya :




Rumus teori
Rumus di Ms. Excel
Hasil
1.      Jumlah perlakuan


=COUNTA(B6:B15) ::
10


Langkah 4 : Menentukan Jumlah Ulangan
ketik =COUNTA()Blok bagian Ulangan)
                                       



Rumus teori
Rumus di Ms. Excel
Hasil
1.      Jumlah ulangan


=COUNTA(C5:E5) ::
=COUNTA(C5:E5)

Hasilnya :




Rumus teori
Rumus di Ms. Excel
Hasil
1.      Jumlah ulangan


=COUNTA(C5:E5) ::
3

Langkah 5 : Menentukan Faktor Koreksi (FK)
Ketik : =(Klik Bagian Grand Total^2)/(perlakuan*ulangan)

                         

Langkah 6 : Menentukan Derajat Bebas Perlakuan
Ketik  = Klik bagian perlakuan - 1


Langkah 7 : Menentukan Derajat Bebas Galat
Ketik =Klik Bagian Perlakuan*(Ulangan-1)

Langkah 8 : Menentukan Derajat Bebas Total
Ketik =(Klik Bagian Perlakuan*Ulangan)-1


Langkah 9 : Menentukan Jumlah Kuadrat Total
Ketik =SUMSQ(Blok Dari Bagian Data Ulangan 1 sampai Data Ulangan III)-FK
                                  


Langkah 10 : Menentukan Jumlah Kuadrat Perlakuan
Ketik =(SUMSQ(Blok bagian Total Sebelah Kanan)/Ulangan)-FK
                         



Langkah 11 : Menentukan Jumlah Kuadrat Galat

Ketik =Klik Bagian JK Total – JK Perlakuan


Langkah 12 : Menentukan Kuadrat Tengah Perlakuan

Ketik =Klik Bagian JK Perlakuan/(Klik Bagian Jumlah Perlakuan – 1)



Langkah 13 : Menentukan Kuadrat Tengah Galat

Ketik =Klik Bagian JK Galat/Klik Bagian Derajat Bebas Galat


Langkah 14 : Menentukan F Hitung

Ketik =Klik KT Perlakuan/KT Galat



Langkah 15 : Memasukkan Ke Dalam Tabel Sidik Ragam


Langkah 16 : Menentukan Nilai F Tabel dengan Taraf 0,05 dan 0,01





Keterangan :

** ) Berpengaruh Sangat Nyata
*) Berpengaruh Nyata
tn) Tidak Berpengaruh Nyata

Setelah didapatkan hasil dari Analisis menggunakan Microsoft Excel, bandingkan dengan Skripsi yang kita miliki. Selain dengan menggunakan Microsoft Excel kita juga bisa menggunakan SPSS untuk menganalisis data penelitian.